Masih dalam suasana liburan yang hampir selesai, gue dan temen-temen ngadain acara tanding futsal dengan sekolah lain. seperti pertandingan - pertandingan sebelumnya, gue pun mempersiapkan barang - barang yang gue bawa dari rumah. seperti :
Sepatu, Baju futsal, Air Minum, Uang cepek-an, dan tentunya alat - alat tawuran (buat jaga-jaga kalo ada yang macem - macem, langsung sambit, sikat, tonjok, kabor). YEAH.. I LIKE THIS MOMENT.
Setelah semua sudah tertata rapi ditas, gue langsung berangkat pake sepeda motor bokap gue. 15 menit kemudian, gue nyampe di arena tempat futsal. mungkin karena gue dateng kepagian dan belum sempet mandi (ya.. gue memang keturunan kucing yang anti dengan air), disana cuma ada beberapa orang, itu pun anggota dari tim kami. tim lawan baru datang 1 orang doang (nampaknya mereka takut menghadapi kehebatan tim kami yang selalu kalah dalam bertanding). Sambil nungguin yang laennya pada dateng, gue mulai pakai perlengkapan yg gue bawa tadi dan melakukan pemanasan terlebih dahulu. gue melakukan push-up, sit-up, lari keliling lapangan, dan loncat dari lantai 20 (forget it) -_-.
Satu persatu anggota tim lawan pun datang, begitu pun dengan anggota tim kami. Gak lama kemudian pertandingan pun dimulai, karena kami hanya menyewa lapangan 1 jam doang, pertandingan dibagi menjadi 2 babak (30 menitan). gue kebagian main dibabak pertama, gue berposisi menjadi bek tengah layaknya RIO FERDINAND di MU, CARLES PUYOL di Barca, dan LIEM SUI KING di Indonesia (ada yang ngganjel kedengernya). Oke lanjut, peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, gue langsung menjaga salah satu striker lawan, kami berdua saling sikut menyikut. striker lawan belum mampu melewati pertahanan tim gue yang sekokoh tembok cina.
Pada saat pertandingan baru berjalan 15 menit, insiden malapetaka yang gue alamin bermula, ketika seorang pemain lagi membawa bola, maksud hati ingin merebut bola, apa daya gawang ku tendang. kaki gue secara tidak sengaja mencium tiang gawang dengan indahnya dan menyebabkan kesakitan yang luar biasa. karena gue memakai sepatu, jadi semuanya nampak biasa - biasa saja. tapi lama kelamaan, kaki gue mulai mengalami reaksi yang amat sangat kuat. gue langsung keluar & minta diganti.
Setelah nyopot sepatu, gue langsung terkejut melihat ke-so sweetan kaki gue. Kuku jari telunjuk kaki kanan gue terlepas dengan bijaksananya. Darah bercucuran dengan liarnya (untungnya gue gak nangis). Insiden ini ngebuat gue trauma untuk main futsal lagi selama beberapa minggu.
Jumat, 08 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar